MELAKONI KURIKULUM 2013 DAN
PERANGKAT PEMBELAJARANNYA
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum
pendidikan yang dicanangkan
pemerintah sejak awal tahun ajaran 2013/2014
di beberapa sekolah yang telah
memenuhi kriteria. Penerapan Kurikulum 2013
bertujuan meningkatkan mutu
pendidikan Indonesia kearah lebih baik,
namun bagaimana kesiapan Guru dan
pemerintah…
Perubahan Kurikulum 2006 menjadi
Kurikulum 2013
disikapi beragam oleh berbagai
pihak. Sejauh manakurikulum itu mendesak
diterapkan di tengah problematika
guru dan infrastruktur pendidikan?
Pendidikan adalah harapan.
Rencana penerapan Kurikulum 2013 mekar dengan
harapan itu. Indonesia
ditargetkan mampu menjawab tantangan masa depan
peradaban yang berbasis pada ilmu pengetahuan
dan teknologi.
Tujuan kurikulum 2013 adalah mencetak
generasi 2045 yang berakhlak mulia,
mandiri, demokratis, dan bertanggung
jawab.
Dengan pendekatan tematik integratif,
kurikulum ini mengembangkan kompetensi
inti sebagai integrator horizontal
yangmengikat keseluruhan mata pelajaran dan jenjang pendidikan sebagai
kesatuan. Sebagai strategi pendidikan, Kurikulum 2013 diposisikan sebagai simpul kritis
dalam proses konsolidasi demokrasi. Dalam salah satu artikelnya, Wakil Presiden Boediono
memaparkan bahwa pendidikan merupakan kunci pembangunan penentu kemajuan
bangsa (Kompas, 27/8/2012).
Secara substantif, gagasan ini
menempatkan anak didik dalam dua sisi peran, yakni sebagai warga negarapenopang
sistem demokrasi sekaligus sumber daya manusia pemutar sistem ekonomi. Pendidikan
umum membekali anak didik dengan sikap dan keterampilan dasar (soft
skills) untuk berkarya menjadi warga negara negara yang baik. Sementara itu, pendidikan
khususmemberikan kemampuan siap kerja (hard skills) di bidang-bidang
tertentu.Berjarakdengan realitas Sejumlah kebijakan, seperti penyediaan
sarana dan prasarana sekolah, perubahan kurikulum dari masa ke masa,
sertifikasi guru, dan standardisasi ujian nasional, merupakan
kebijakan makro yang manfaatnya berjarak dengan praktikpendidikan dalam
keseharian guru dan murid.
Sertifikasi guru, misalnya, tidak
menyentuh langsung aspek kemampuan dan karakter individual guru. Sebagianbesar
gurudinilai masih bertipe mediocre yang cenderung memiliki
keterbatasan dalam pengayaan materi dan metode pengajaran.
Peran guru pun sebatas pelaksana
kurikulum, bagian dari birokrasi pendidikan.
Kondisi ini menyebabkan Kurikulum 2013
menjadi problematik dalam pelaksanaannya mengingat kurikulum ini mensyaratkan kompetensi
pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang memadai. Apalagi, guru memperlihatkan
orientasinilai yang kompleks,dengan kontinum pemahaman beragam, yakni
konservatif dalam nilai keagamaan di satu sisi, namun liberal dalam
pemahaman
pendidikan. ( Sumber data:
uripwordpress.com (Minggu,1 Maret 2013))
Perbedaan Esensial KTSP dan Kurikulum
2013

Perbedaan pokok antara KTSP atau kurikulum tingkat satuan pendidikan (Kurikulum 2006) yang selama ini diterapkan dengan Kurikulum 2013 yang akan dijalankan secara terbatas mulau Juli 2013 yaitu berkaitan dengan perencanaan pembelajaran. DalamKTSP, kegiatan pengembangan silabus merupakan kewenangan satuan pendidikan, namun dalam Kurikulum2013 kegiatan pengembangan silabus beralih menjadi kewenangan pemerintah, kecuali untuk mata pelajaran tertentu yang secara khusus dikembangkan di satuan pendidikan yang bersangkutan.
Meskipun silabus sudah di
kembangkan oleh pemerintah pusat , namun guru tetap dituntut untuk
dapat memahami seluruh pesan dan makna yang terkandung dalam silabus,
terutama untuk kepentingan operasionalisasi pembelajaran.
Oleh karena itu, kajian silabus tampak
menjadi penting, baik dilakukan secara mandiri maupun kelompok sehingga
diharapkan para guru dapat memperoleh perspektif yang lebih tajam, utuh
dan komprehensif dalam memahami seluruh isi silabus yang telah
disiapkan tersebut.
Adapun penyusunan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) masih merupakan kewenangan guru yang bersangkutan,
yaitu dengan berusaha mengembangkan dari Buku Babon (termasuk silabus)
yang telah disiapkan pemerintah.
Perbedaan esensial dari KTSP dan
kurikulum 2013 itu sendiri adalah sebagai berikut :
|
No
|
KTSP
|
Kurikulum 2013
|
|
1
|
Mata pelajaran tertentu mendukung
kompetensi tertentu |
Tiap mata pelajaran mendukung
semua kompetensi (Sikap, Keteampilan, Pengetahuan) |
|
2
|
Mata pelajaran dirancang berdiri
sendiri
dan memiliki kompetensi dasar sendiri |
Mata pelajaran dirancang terkait
satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas |
|
3
|
Bahasa Indonesia sejaja
r dengan mapel lain |
Bahasa Indonesia sebagai penghela
mapel lain (sikap dan keterampilan berbahasa) |
|
4
|
Tiap mata pelajaran diajarkan dengan
pendekatan berbeda |
Semua mata pelajaran diajarkan
dengan pendekatan yang sama (saintifik) melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar… |
|
5
|
Tiap jenis konten pembelajaran
diajarkan terpisah |
Bermacam jenis konten pembelajaran
diajarkan terkait dan terpadu satu sama lain Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya |
|
6
|
Tematik untuk kelas I-III
(belum
integratif)
|
Tematik integratif untuk kelas I-III
|
|
7
|
TIK mata pelajaran sendiri
|
TIK merupakan sarana pembelajaran,
dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain |
|
8
|
Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan
|
Bahasa Indonesia sebagai alat
komunikasi dan carrier of knowledge |
|
9
|
Untuk SMA ada penjurusan sejak
kelas XI
|
Tidak ada penjurusan SMA. Ada mata
pelajaran wajib, peminatan, antar minat, dan pendalaman minat |
|
10
|
SMA dan SMK tanpa kesamaan
kompetensi
|
SMA dan SMK memiliki mata pelajaran
wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan, keterampilan dan sikap. |
|
11
|
Penjurusan di SMK sangat detil
|
Penjurusan di SMK tidak terlalu
detil
sampaiBidang studi, didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan pendalaman |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar